FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=

Iklan

Your Ads Here
items

Warga Tuntut Wali Kota Tegal Turun

Sejumlah masyarakat Kota Tegal dari berbagai elemen melakukan demonstrasi di depan Balai Kota Tegal pada Rabu, (23/3) siang. 
(Foto : Teguh Satria) 



Tegal - Puluhan masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), pelaku usaha di kawasan alun-alun dan Taman Pancasila hingga mahasiswa melakukan demo menolak berbagai kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal yang dinilai menyengsarakan masyarakat Kota Tegal terutama para PKL dan pelaku usaha di kawasan alun-alun hingga Taman Pancasila Kota Tegal pada Rabu, (23/3) siang. 

Sesuai hasil pantauan tim LPM Prapanca, massa yang dijaga aparat gabungan yang terdiri dari Polisi, Dishub dan Satpol PP tampak berkumpul di depan Balai Kota Tegal. Sambil membawa spanduk bertuliskan "TURUNKAN WALI KOTA," mereka mendesak agar Wali Kota Tegal, Dedy Yon menemui demonstran yang ingin menyuarakan aspirasinya. Meski sempat terjadi kericuhan karena ulah salah satu oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab, aksi yang berlangsung dari jam 10 pagi hingga jam 12 siang ini berjalan tertib meskipun Dedy Yon tidak bisa menemui mereka. 

Meski tidak bisa bertemu Wali Kota Tegal, masyarakat tetap menyuarakan aspirasi mereka. Salah satu perwakilan dari masyarakat, Ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Abang Tigar, Eri Sudjianto mengungkapkan bahwa masyarakat Kota Tegal isinya manusia, bukan kebun binatang. Eri menghimbau Wali Kota Tegal agar memimpin Kota Tegal menggunakan hati nurani dan bukan sesuai kemauan sendiri.

“Ini kota tegal isinya manusia bukan kebun binatang, memimpin kota tegal harusnya menggunakan hati nurani tapi malah semaunya sendiri” ungkap Eri dalam orasinya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi dalam orasinya mengatakan jika kebijakan Pemkot Tegal malah menyusahkan rakyatnya.

“Masyarakat kota tegal menghendaki dicabutnya dan dibongkar portal penutup kawasan alun-alun dan Taman Pancasila Kota Tegal," ungkapnya. 

Selain itu, banyak kebijakan Pemkot Tegal dinilai arogan dan sewenang-sewenang serta memandang para PKL dengan sebelah mata. 

“Kenapa menunggu lagi tinggal diputuskan tersangkanya,” terangnya. 

Masyarakat juga menanyakan izin dari kepolisian terkait tindakan Pemkot Tegal memasang portal di jalan yang statusnya merupakan jalan utama. Pertaanyaan itu enggan dijawab pihak kepolisian yang sedang berjaga.

Aspirasi Masyarakat Kota Tegal

Sejumlah kebijakan Wali Kota Tegal seperti relokasi dan penutupan kawasan alun-alun dan Taman Pancasila dinilai tidak memperhatikan kepentingan masyarakat setempat, terutama para PKL dan pelaku usaha di kawasan tersebut. Salah satunya seperti dikatakan, Agus, salah seorang pedagang eks kawasan Taman Pancasila yang tempatnya berjualan menjadi korban penggusuran menyusul kebijakan Pemkot Tegal yang hendak merevitalisasi kawasan itu. 

"Pembongkaran tanpa adanya persetujuan. Ada 24 rumah yang saat ini terbengkalai, padahal dulu masih ada penghuninya. Mereka pindah mencari aman," katanya. 

Agus mengatakan jika sudah dua tahun ini dirinya dan warga eks kawasan tersebut lainnya bernasib tidak jelas. 

“Itu keputusan Pemkot Tegal tanpa ada yg tahu, dilaksanakan sudah 2 tahun tapi tidak ada kejelasan dari Pemkot," ujarnya.

Sampai akhir masyarakat tetap menuntut agar Wali Kota Tegal menemui mereka dan mengancam akan kembali besok, (Kamis) degan massa yang lebih banyak.


Penulis : Syifa Fadilah

Editor : Satria S. Pamungkas

0/Post a Comment/Comments

73745675015091643

Recent

Your Ads Here